Jumat, 20 April 2012

Cerita Horor: Blender

Hai, aku masih mau share Cerita Horor nih,Baca Selengkapnya ya :)
“Sedang apa bu?” Seorang anak masuk kedalam sebuah dapur, ketika ia melihat ibunya berada didalam sana, “Ibu sedang memperbaiki blender ini Colin, ayahmu tak memperbaikinya walaupun ibu sudah memberitahunya berulang kali.” “memang apa kerusakannya bu?" “entahlah, ibu rasa mata pisaunya tersumbat. ”Seorang ibu itu sudah membongkar habis blender yang ia punya, kini hanya bagian mesin dan mata pisaunya yang ia coba perbaiki, Saklar dari blender itu sengaja ia cabut, agar tak ada listrik yang mengalir ke blender yang tengah ia perbaiki, Tanganya lihai mengobrak-abrik bagian mesin&mata pisau blender itu,dari keliatan cahaya yang terpancar sepertinya mata pisau blender itu sangat tajam. Dapat memotong apapun dengan cepat. “Colin, dapatkah kau membantu ibu?” “memangnya ada apa bu?” “tolong kau lihat adikmu, ia sedang bermain di halaman belakang tadi. Ibu belum selesai dengan ini.” “tapi dia kan sudah besar, biarkan dia mengurus dirinya sendiri bu” "Colin, adikmu baru berumur 5 tahun. Bagaimana kau dapat berbicara seperti itu.” “ya ya, baiklah.” Anak lelaki itu pergi walaupun sambil menggerutu, sang ibu meneruskan kembali pekerjaannya. Ketika Colin mencari di halaman belakang, ternyata ia tidak dapat menemukan adiknya. “Kemana perginya bocah itu.”Sekitar 10 menit ia mencari, tetapi tidak juga menemukan adiknya. Disisi lain, sang ibu masih dengan pekerjaannyaia belum menemukan masalah apa yang menyebabkan blendernya tidak bekerja. Ia hati2 sekali,karena tanganya sangat dekat dngn mata pisau yg tajamSekali saja ia lalai, tangannya akan sangat mudah untuk teriris, Sang ibu sangat serius dengan peerjaannya, tanpa ia sadari anak lelakinya yang berumur 5 tahun masuk ke dalam dapurIa berjalan sangat pelan, hingga tak menimbulkan suara sama sekali. Colin masih berada di halaman belakangia baru saja memutuskan untuk kembali ke dapur untuk memberitahukan ibunya bahwa ia tidak menemukan adiknyaAnak laki2 berumur 5 tahun itu tersenyum melihat ibunya yang sedang sibuk, tetapi kemudian beberapa ruas kabel d lantai menarik perhatiannyaIa menghampiri kabel-kabel itu, dan duduk diantaranya. Sepertinya ia sangat tertarik dengan gulungan kabel itutepat di hadapannya ada sebuah saklar tergeletak. Anak itu menggengam sebuah kabel, dan ia terus saja menatap saklar didepannyaAnak itu tersenyum saraya mencondongkan tubuhnya ke arah saklar, ia mengangkat tangannyadan mulai memasukan pangkal kabel yang ia pegang ke dalam saklar. Ketika itu juga Colin masuk ke dalam dapur dan melihatnya, ia berteriakTetapi terlambat, anak laki-laki itu sudah memasukan pangkal kabel itu ke dalam saklar.....Seketika listrik mengalir dari saklar ke dalam kabel itu, dan listrik teralirkan ke dalam mesin blender yang sedang diperbaikiKetika listrik itu mengalir, tangan si ibu sedang berada diantara mata pisaunya. Deru suara mesin memecah keheningandan mata pisau blender itu berputar dengan cepat. Menggiling tangan sang ibu...si ibu berteriak sangat keras, darah terciprat keseluruh ruangan. Ia berusaha menarik tangannyatetapi mata pisau sudah terlebih dahulu menghancurkannya.....Kelima jarinya teriris hingga halus, rasa nyeri menjalar ke seluruh tubuh si ibu. Suara tulang yang hancur bercampur dengan suara deru mesinsi ibu berteriak. Colin mencoba menolongnya, wajahnya dipenuhi darah.Ia menarik tubuh ibunya, hingga akhirnya terlepas dan terjatuh k lantaiTangan si ibu sudah habis, darah segar menetes dari pangkal pergelangan tangannya yang terputusDarah memenuhi dapur, dan teriakan kesakitan menelan keheningan rumah ituTetapi sayang blender itu pun jatuh ke lantai,&blender itu tdk terpasang dengan kuat hingga akhirnya mata pisaunya terlempar dari tempatnyaMata pisau itu melayang ke udara dengan kecepatan tinggi, memantul beberapa kali di dinding dapurHingga akhirnya mata pisau itu mendarat tepat di pertengahan leher si ibu, mata pisau itu menancap hingga menembus lehernyaberputar2 di rongga leher, menghancurkan batang tenggorokan si ibu. Tubuhnya gemetaran saat merasakan mata pisau itu menggorok lehernyasuaranya parau dan berat. Percampuran antara rasa sakit yang teramat sangat, dan tubuhnya yang sedang meregang nyawaDarah nya mengucur ke udara, dan ke seluruh tubuh Colin yang berada tepat disampingnya Teriakan Colin pecah, saat melihat ibunya tergorok mata pisau dari blender itu. Lama kelamaan mata pisau itu berhenti berputardan tubuh sang ibu pun tidak lagi bergerak.....Tidak lama kemudian dapur itu menjadi hening, seluruh dindingnya di penuhi darah. Seakan dapur itu baru saja di cat dengan warna merahColin hanya bs diam disebelah mayat ibunya, tubuhnya gemetaran.Sedangkan si ibu sudah tidak lagi bergerak,tubuhnya kaku dngn leher yg hancurDarah mengalir deras dari lehernya, luka dileher si ibu sangat besar hingga dinding dibelakangnya dapat terlihat dengan jelasmelalui rongga leher yang sudah terkoyak. Melalui kulit yang sudah robek, dan memburai.....Diantara rongga leher yang menganga, mata pisau dari blender itu masih menancap. Menancap dengan kuat...hingga dapat memutus urat nadi hanya dengan hitungan detik......Dari balik meja di dapur itu, anak laki-laki berumur 5 tahun mengintip ke arah Colin dan ibunya....Sebuah senyum ceria mengembang dr bibirny, wajahny yg berlumuran darah ibunya sendiri memperlihatkan ekpresi manis khas anak2 seumurannya...


CERITA INI DIKUTIP DARI ACCOUNT TWITTER: @kisahhorror

1 komentar: